MENCINTA YANG DISALAHKAN
Oleh : Viki Fadilah
Masih basah pipiku dengan tangis ku semalam, setelah mendengar untaian pernyataan dari mu, kau jahat untukku kau paksa aku untuk lakukan yang melebihi batas, ”Aku memang sayang kamu Ari, namun aku tak dapat melakukan yang ada dalam otak mu!”. Telah ku katakan itu padamu, tapi tak kau pedulikan aku, ku akhiri dengan mu.
Memang baru 3 hari aku kehilangan Aari. tapi karena dia berbeda aku beranikan diri untuk menjalani dengan nya. Marvin namanya, pria yang telah ku kenal lama, Entah kenapa dari awal awal mengenalnya, aku telah menyukainya. Berkenalan lewat facebook, dan tak sengaja bertemu di acara perkawinan saudara!! Mananggapi pancingan darinya, dengan dia memanggil aku sayang dan bla bla bla, sedikit “pede” aku menembaknya ala facebook, sesuai dengan pesanannya. “ aku sayang sama Marvin, aku pengen pacaran sama Maruin, Maruin mau gak pacaran ma aku?” itu post yang aku post di wall Maruin.
Malu banget, pertama kali nembak cowok lewat facebook lagi. Urat malu sengaja aku putuska. Kesel banget! Baca komentar-komentar di wall itu. Dia ngetawain aku! Langsung saja aku hapus posting wall itu dan aku sms dia. “Makasih ya, dah mainin perasaan aku!”, tak kupedulikan tangisku yang menetes. Dia langsung telpon aku, dan dia bilang. “ maafin aku ya sayang, aku juga sayang sama kamu. Aku mau jagain kamu sayang”. Mendengar itu aku hanya diam, dan diapun juga terdiam, hingga aku mendengar sayup-sayup suara wanita memanggil namanya, lalu dengan sedikit tergesa-gesa dia bertanya, “besuk pulang jam berapa?”, dengan singkat aku menjawab jam sepuluh dan dia pun mengakhiri telpon kala itu.
Aku tak begitu menfikirkan hal yang terjadi barusan, walau pun malu tapi yasulan, malam itu aku tetap belajar untuk semester besuk.
Kamis, 7 april 2011 pukul 09.45, aku dah keluar dari ruangan tes, dan ingin langsung pulang tapi “ SARAH!! Ada yang cariin kamu di parkiran samping!”, seru Riani dari kejauhan, “Siapa?” teriaku. “GAK tau aku!”, jawab singkatnya.
Aku ngajakin Nana ke parkiran depan, baru mau menuju kesitu aku ada yang panggil, “SARAH!” suara laki-laki. Aku kelabakan mencari sumber suara itu hingga Nana menunjuk, MARVIN! “Rah itu siapa? Keren banget, putih, ganteng, bawa mobil lagi! Kenalin dong”. Cetus Nana tanpa jeda, bukanna aku jawab, tapi aku mengusirnya untuk pulang. Nanapun pulang dengan agak terpaksa. hehehe.
MARVIN! Sekarang urusan Marvin! Ngapain itu anak sampai sini? Aku samperin dia. Dengan style celana jeans, kaos oblong dan kemeja kotak-kotak, memang terlihat keren, tapi karena dia nyengar-nyengir ke arahku bikin aku malu, soalnya banyak mata yang ngelihatin itu orang. Ada beberapa alas an untuk itu. 1. Dia keren bukan anak sekolahanku. 2. Bawa mobil. 3. Jemput aku seorang Sarah cewek yang terkenal gak neko-neko dan yang ke 4. Dia parker di parkiran guru. Hahaha.
“Ada apa? Kok gak bilang?” sapaku judes, “ Sayang masuk ya”, jawabnya sambil membukakan pintu mobil. Aku pun menuruti perintahnya dengan wajah judes. Tapi dalam hati seneng banget! Di mobil aku Cuma diem-dieman sama dia. Sesekali nyanyi mengikuti putaran CD di mobilnya. Fikir aku, mau di culik kemana gua? Tapi kemanapun aku rela sayang.
Pantas! Ternyata tempat itu yang buat menculikkudiatas karang besar aku duduk bersebelahan dengannya. Dia mengatakan cinta (lagi) padaku. “ Aku benar-benar sayang kamu, tak ada sedikit maksud pun buat mainin kamu, aku pengen jagain kamu”, pernyataan itu dia ulangi lagi sambil menggenggam erat telapak tanganku, dengan senyum simpul dan anggukan kepala aku menjawabnya, diapun mengecup keningku. Senengnya J. Setelah itu dia berdiri diatas karang , lalu, “ I LOVE YOU SARAH!”, dia teriak begitu kerasnya, yang membuat aku semakin bahagia.
Pukul 20.00 belajar bahasa Inggris ditemenin dia, seneng banget aku, mana dia juga pinter bahasa Inggris. Jadi, guru les plus-plus deh dia untukku. Dengan leluconnya, jadi agak monoton belajar matapelajaran yang aku benci, diselingi dengan gombal-gombal romantic ala Marvin. Jadi tambah mmudeng deh.
Si Ari gak bias diem! Terus saja ganggu. Pusing! Pacaran 8 bulan kalau putus langsung lupa jelas sulit untuk itu! Aku masih menaggapi pesan dan teleponnya, walaupun bikin sakit hati tapi dialah orang pertama yang bisa buatku lupa akan janjiku.
Untuk kembali dengannya jelas enggak mungkin, telah ada Marvin disisiku. Aku sangat sayang dengan Marvin, dialah pria yang bias mengembalikan tawaku dan semangat belajarku seperti sedia kala.
Indah, seru, bahagia dan penuh tawa! Tiga hari dengannya aku dapat menyimpulkan dia perhatian banget sama aku. Apalagi kalau masalah makan, dia sering marah kalau aku enggak makan. Selain itu, tiap hari dia ngajakin ketemuan atau jalan bareng, padahal dia tau aku lagi semesteran, sebenarnya sih aku juga pengen, bukan hanya dia! Haha. Katanya, sayang kalau aku gak takut sama papamu tiap hari aku udah main ke rumah! Sebagai gantinya hampir setiap jam dia telpon aku dan sering banget MMS foto. Kayak LDR saja! Hari terakhir semesteran dia jemput aku di sekolah. Dating lagi tu orang! Fikirku. Kataku ke dia.” Kalau mau bawa mobil, nunggunya di luar saja!” daripada di parkirin di parkiran guru. Haha. Karena udah janjian, aku bawa baju ganti dan berniat ganti baju di sekolah. Selagi masih ngerjain tes dia sms. “ sayang aku bawa mobil, bentar lagi juga sampai nanti aku tunggu di luar”.
Tanpa basa-basi keluar dari tes, langsung ganti baju di toilet, dan langsung lari keluar sekolah.(takut ada yang liat) dan langsung masuk mobil dia. “ dari sekolah main?”, tanyanya sambil lihatin aku.” Sekolah lah!”. Tegasku. “katanya tes tapi ko pake baju bebas”, ujarnya. “kan emang tes, Sarah kan bawa baju ganti sayang, katanya mau di ajakin jalan sama Marvin, enar kalo pakai seragam Marvin dikira jalan sama adek Marvinlagi, hehe”, jelasku. “nyleneh”, “ oh, bener juga sayangku ini, pembetulannya sambil mencupit gemes pipiku. Memang mau kemana?” tanyaku. “ADA AJA”. Jawab singkatnya yang bikin penasaran.
Aku jalan sama Marvin si Ari SMS. Huft! Sebel! Gak capek-capek tu orang ngejar-ngejar aku. Padahal dah jarang gak aku tanggepin! Maunya dia apa sih? Katanya sudah punya cewek baru? Tapi kok masih aja hubungin aku dengan memanggil sayang! Dasar PLABOY! Pernyataan-pernyataan yang penuh pertanyaan itu masih saja dan selalu dalam otakku untuk masalah ini. Aku gak mau Marvin tau, aku gak mau dia mikir aneh-aneh tentang aku!.
Jum’at 15 april 2011, pukul 05.06 Ari telpon aku, masih saja dia berkata yang gak jelas. Aku sayang kamulah! Inilah! Itulah! Bla bla bla lah!,sampai akhirnya aku bilang “AKU UDAH PUNYA PACAR LAGI!, AKU GAK MUNGKIN BALIKAN LAGI SAMA KAMU!”, dengan emosi aku mengatakan itu. Diapun diam, lalu bertanya “siapa cowok kamu?” anak mana?” akupun menjawab sejujurnya, ”namanya Marvin dia juga orang solo, dia angkatan laut” jelasku. “OO ya udah maaf ya aku udah ganggu kamu”, itu yang dia katakana.
“Sayang, nanti pulang sekolah, jangan lupa makan ya, aku gak mau kamu cakit lagi kayak kemaren”. Pukul 11.35 Marvin sms aku, seperti itu. Cowok ak uyang satu itu emang perhatian banget! Hari ini aku pramuka aja dia inget Marvin Marvin Sayang! Hehe J.
Hingga awal memulai pramuka, aku masih sms an sayang-sayang sama Marvin tapi,….
Setelah apel pertama, asma aku kambuh dan tiu pertamanya kambuh di sekolah. Saat aku masih dalam keadaan seperti itu Ari sms aku. “sayang”. “ada apa?” asma aku kambuh!” balesku.
Handphone aku letakkan di kantong, aku tau ada beberapa telpon yang masuk, tapi aku sengaja tidak mengangkatnya karena udah enggak kuat aku. Srtelah dia jemput papa dan tiba dirumah, handphone aku sengaja aku nonaktifkan karena takut kalau ada yang telpon nanti diangkat mama.
Setelah agak mendingan! Aku aktifkan hapeku dan ada 2 pesan dari Marvin. “WOI!! ANGKAT TELPON GUA”. sms yang sama dan itu sms terkasar dari Marvin untukku. Aku bingung akupun langsung telpon dia. “ maaf sayang tadi asma sarah kambuh!” cetusku pertama saat dia angkat telponku. “bobo amat! Ini ada cowok yang bilang cowok kamu, dia ngesent aku di facebook. Namanya ari-ari itu siapa?”, tanyanya. Aku jelasin ke dia tapi dia lebih percaya sama mulut ari. Waktu telpon di sambungin ke ari aja, ari terus saja mojokin aku dan fitnah aku. Pengen banget aku menyangkal segala yang di ucapin Ari. DASAR COWOK BRENGSEK! Gara-gara aria k udiputusin Marvin dan saat aku bener-bener butuh Marvin.
“sayangku Marvin, tak pernah sedikitpun aku membohongi kamu, apalagi sampai menduakan kamu sayang. Aku tau kamu lebih percaya sama mulut cowok karena kamu sering di bohongin sama cewek, tapi inilah aku tak sedikit pun aku bohong dengan mu.
Marvin, selama mencintaimu selama aku bernyawa”. SARAH!
--- TAMAT ---
0 komentar:
Posting Komentar